1374109445976475924

Kulon Progo — Kurikulum 2013 resmi bergulir dan akan diterapkan secara menyeluruh nantinya ke semua jenjang pendidikan di indonesia. Namun untuk tahun ini baru ditunjuk beberapa sekolah untuk mencoba menerapkannya. Namun ke depannya secara bertahap kurikulum ini akan tetap diterapkan ke semua sekolah yang ada. Tidak hanya sekolah negeri yang akan menerapkannya, sekolah-sekolah swasta juga sudah banyak mengajukan permohonan untuk ikut menerapkan kurikulum 2013 ini.

Di Yogyakarta sendiri baru beberapa sekolah yang ditunjuk untuk mencoba menerapkan kurikulum 2013 ini. Di wates, Kulon Progo, dari informasi yang saya terima untuk jenjang SMA baru tiga sekolah yang ditunjuk. Salah satunya adalah di SMAN 2 Wates.

Bertepatan dengan momen gencarnya Kemendikbud untuk menerapkan kurikulum 2013 di sekolahan, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta tengah menerjunkan para mahasiswanya untuk melakukan Praktek Pembelajaran Lapangan (PPL-KKN Integratif) di sekolah-sekolah di Provinsi DI Yogyakarta.

Tahun ini saya terdaftar sebagai mahasiswa yang mengikuti PPL-KKN Integratif dan diterjunkan di SMAN 2 Wates. Otomatis tentu saya akan semakin akrab dengan kurikulum 2013 ini. Untuk beberapa bulan ke depan saya nanti akan ditugasi untuk mengajar siswa di kelas X. di SMAN 2 Wates sendiri juga baru kelas X yang akan menerapkan kurikulum 2013.

Selasa (16/7), dilakukan sosialisasi workshop kurikulum 2013 di Semarang yang disampaikan oleh Kepala Sekolah dan guru perwakilan dihadapan para guru mata pelajaran. Saya dan teman-teman mahasiswa PPL juga ikut kegiatan sosialisasi tersebut. dari informasi yang saya peroleh cukup banyak perubahan yang ditemukan dalam kurikulum 2013 ini. Termasuk yang paling mendasar adalah istilah-istilah baru.

Kompetensi Inti (KI) dan SKL sudah ada. Silabus yang sudah jadi baru tiga mata pelajaran yakni Bahasa Indonesia, Matematika dan Sejarah. Dan itu juga baru untuk kelompok wajib. Namun sudah ada draf silabus untuk semua mata pelajaran. Buku sebagai bahan materi pelajaran juga sudah dicetak tapi yang diterima sekolah baru 150 eksemplar dan baru untuk tiga mata pelajaran itu. sedangkan untuk mata pelajaran lainnya masih dalam proses pengerjaan dan katanya akan segera di kirim para Oktober mendatang. Dengan demikian untuk proses kegiatan belajar mengajar terpaksa masih harus menggunakan bahan yang lama dulu.

Dalam sosialisasi yang berlangsung sekitar tiga jam itu para guru juga dikasih tahu bentuk RPP seperti apa. Namun saya yang masih belajar bagaimana cara membuat administrasi guru masih sangat bingung. Dan saya rasa sebagian besar guru lainnya juga merasakan hal yang sama.

Kemaren saya sudah melihat draf silabus yang dibagikan oleh pemerintah. Saya masih cukup bingung untuk menggarapnya menjadi Program Tahunan dan Program Semester apalagi untuk diolah menjadi RPP. Sepertinya untuk beberapa hari ini saya perlu memahami benar kurikulum ini seperti apa model dan penerapannya di lapangan.

Guru-guru masih perlu diberikan pencerahan agar tidak bingung lagi. Para guru masih memerlukan pendampingan dan pengawasan dalam menerapkannya di lapangan agar tidak keliru dalam artian sesuai dengan yang diatur oleh pemerintah.

Masih perlu penggarapan yang serius untuk menyiapkan segala administrasi guru. Untunglah di sekolahan, saya baru akan mengajar setelah lebaran ini. Jadi waktu yang ada bisa dimaksimalkan untuk menggarap administrasi dengan baik dan benar-benar sesuai dengan yang diharapkan. Sekalian menyiapkan segala persiapan lainnya demi mendukung berjalannya proses belajar mengajar sebagaimana mestinya.

Mau tidak mau kurikulum 2013 ini tetap akan diterapkan. Guru yang terlibat langsung dengan kurikulum ini tentu harus berusaha semaksimal mungkin agar bagaimana kurikulum ini bisa sukses diterapkan. Setiap kebijakan yang baru diterapkan seperti halnya kurikulum 2013 ini tentu mendapatkan banyak kendala dan permasalahan. Namun kita harus tetap optimis dan bersikap positif untuk mensukseskan program dari pemerintah ini. Setiap kendala yang ditemukan itu sudah hal biasa namun jalan keluarnya juga pasti ada.

Smber:

http://regional.kompasiana.com/2013/07/18/penerapan-kurikulum-2013-masih-butuh-pendampingan-577759.html

About these ads